Click and Get Your Pay

WordLinx - Get Paid To Click

Selasa, 23 Agustus 2011

Kebahagiaan

Malam kemarin aku bermimpi,didatangi seorang wanita cantik dengan dua gelas ‘hot chocolate’ di tangannya,lalu berkata padaku “mari kita bicara tentang kebahagiaan” lalu aku bertanya “mengapa harus kebahagiaan?” dan dia menjawab “karena sepertinya kamu sedang tidak bahagia saat ini”
“entahlah” jawabku,lalu dia memberikan segelas ‘hot chocolate’ di tangannya padaku,akupun menerima dan menikmatinya.
“kenapa tidak dari dulu kamu datang padaku,dan mengajakku membicarakan kebahagiaan?” tanyaku,”karena dulu kamu memilikinya” jawabnya.
Aku terdiam beberapa saat,benarkah dulu aku memiliki kebahagiaan itu?mengapa aku tak pernah menyadarinya dan membiarkan kebahagiaan itu hilang seperti saat ini?
“jadi sekarang kamu mau mencari kebahagiaan itu?” tanyanya membuka kembali kebisuan,”
“Ya,” aku mengangguk. “Tapi… mengapa dulu aku tidak ingin mencarinya? Mengapa dulu aku menganggap kebahagiaan itu tidak terlalu penting, sehingga aku tak perlu mengejarnya?”
“Karena dulu kamu memilikinya,” dia menjawab. “Jika kamu sudah memiliki kebahagiaan itu di dalam dirimu, kamu tak perlu lagi susah-susah mencarinya,justru karena kamu sadar bahwa kamu sudah kehilangan kebahagiaan itu, maka kini kamu mencarinya. Ingat, kamu sendiri yang pernah berkata: ‘kita tidak akan tahu betapa berartinya sesuatu itu, hingga sesuatu itu direnggutkan dari kehidupan kita’. Sesuatu itu bisa berupa kebahagiaan, kan?”
“Jadi apa yang harus aku lakukan?” kutatap dia tepat di matanya.
Dia tidak menjawabnya,lalu memutar sebuah lagu dari Bon Jovi “Always”
Now your pictures that you left behind
Are just memories of a different life
Some that made us laugh, some that made us cry
One that made you have to say goodbye
What I’d give to run my fingers through your hair
To touch your lips, to hold you near
When you say your prayers try to understand
I’ve made mistakes, I’m just a man…
“Ini saatnya bagimu untuk memilih. Untuk kembali berbahagia.”
Aku menghela napas panjang. Aku tahu bahwa hidup penuh dengan pilihan-pilihan, namun tetap saja, aku selalu kesulitan ketika dihadapkan padanya.
“Aku ingin mengingatkanmu pada sesuatu,” ujarnya
“Apa?” tanyaku.
Dia tersenyum. “Ada seseorang yang kukenal, yang pernah mengatakan kepadaku, bahwa ia ingin mengejar kebahagiaannya sendiri terlebih dahulu, kemudian baru membahagiakan orang lain,karena seseorang tidak akan pernah bisa membagi apa-apa yang tidak ia miliki,kita tidak akan bisa membahagiakan orang lain jika kita sendiri tidak bahagia.”
“Aku hanya ingin bahagia,” ujarku, sambil merasakan kehangatan bagian luar cangkir ‘hot chocolate’ dengan kedua telapak tangan.
“Kita semua menginginkannya,” dia mengangguk. “Tetapi hanya mereka yang berani memilih kebahagiaanlah yang berhak mendapatkannya.”




Apa yang harus ku lakukan?

Dulu,aku tidak begitu peduli pada hal-hal disekitarku,aku tidak memikirkan ucapan & tindakanku akan berakibat menyenangkan atau menyakiti orang lain,aku begitu egois dan arogan,merasa sanggup melakukan semua sendiri tanpa bantuan orang lain,aku merasa begitu hebat,dan selama itu juga aku selalu merasa baik2 saja.
Belakangan ini lalu aku mencoba untuk peduli,paling tidak pada orang2 yang dekat denganku,tapi tebak apa yang ku dapatkan?sangat tidak menyenangkan,aku begitu gelisah ketika sms yang ku kirim tidak mendapat balasan,padahal dulu aku sering mengabaikan sms dari orang lain,bahkan kadang tak pernah ku balas,aku begitu marah ketika orang yang kuperhatikan lalu seperti acuh tak acuh padaku,padahal dulu aku paling tidak suka jika ada orang yang perhatian padaku,aku begitu cemburu ketika wanita yang kusayangi mulai dekat dengan lelaki lain,padahal dulu aku tak pernah memikirkan hal itu,tapi lalu aku tak bisa berbuat apa2,aku mencoba berbesar hati,mungkin ini karma dari sikap dan kesalahanku dahulu,aku berusaha ikhlas dan bersabar.
Tuhan,tolong bantu aku,apa yang harus ku perbuat,haruskah aku kembali pada sikapku dulu,cuek,afhatis,egois,arogan?sungguh sebenarnya ku tak pernah mau seperti itu lagi.
Beberapa waktu terakhir ini aku semakin sadar,bahwa kebahagiaan & kesedihanku tidak berakar pada siapapun,tidak pada orang yang aku benci atau orang yang aku sayangi,semua berasal dari diriku sendiri.